Visi

Mewujudkan Poliven yang aplikatif, inovatif, dan mandiri dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia yang profesional, bermutu, dan bermartabat pada tahun 2025 di wilayah Sumatera.

Misi

  1. Menyelenggarakan proses pendidikan terapan untuk mendukung pembangunan daerah dan nasional berbasis sumber daya lokal.

  2. Penerapan prinsip akuntabilitas, transparansi, penjaminan mutu, produktif, dan akses berkeadilan secara terpadu.

  3. Meningkatkan kualitas akademik untuk menghasilkan lulusan yang berani melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dan berdaya saing tinggi.

  4. Memperkuat dan memperluas jaringan kerjasama dengan stakeholders dalam mengembangkan temuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) terapan.

  5. Mewujudkan Poliven yang mandiri dan visioner.

  6. Membekali Iptek yang bersifat khusus dan terapan dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan, dan perindustrian.

  7. Membekali kemampuan untuk mengeksplorasi dan memecahkan permasalahan di bidangnya masing-masing secara mandiri, terutama menyangkut aspek manajemen dan teknis usaha di lapangan.

  8. Memberikan pemahaman wawasan yang komprehensif di bidang teknologi dan industri pengolahan dalam kaitan relevansi secara menyeluruh dengan berbagai aspek lingkungan hidup.

  9. Membekali pengetahuan tentang kemampuan yang handal terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam mempertahankan stabilitas ketahanan pangan nasional.

  10. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dalam penguasaan Iptek serta terampil dalam usaha dan mampu bersaing dalam era globalisasi ini.

  11. Membekali Iptek dalam pengembangan inovasi diversifikasi produk hasil pasca panen yang mempunyai kualitas dan dayua saing tinggi.

Tujuan

Tujuan Utama

Dalam program pembangunan nasional, khususnya tujuan pembangunan pendidikan sub sektor pertanian dalam arti luas (pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan perindustrian) adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat serta masyarakat pertanian dalam arti yang lebih luas yaitu melalui usaha melipatgandakan produksi dan produktivitas serta teknologi industri pengolahan hasil pasca panen, dengan harapan yang ingin dicapai adalah :

  1. Memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam upaya memperbaiki gizi dan usaha menuju swasembada pangan protein.

  2. Mampu menyediakan bahan baku industri khususnya bahan baku setengah jadi dalam negeri.

  3. Mampu meningkatkan ekspor bahan baku setengah jadi dari hasil pascapanen sehingga dapat menambah devisa negara.

  4. Mampu memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) dan menjaga keseimbangannya secara optimal.

Tujuan Khusus

Sasaran pendidikan Poliven Yayasan PENA adalah untuk mendidik dan menghasilkan tenaga-tenaga profesional yang handal dan produktif, tanggap terhadap perubahan Iptek, serta penuh tanggung jawab di bidangnya masing-masing. Selanjutnya mampu mengikuti gerak dan perkembangan kemajuan. Untuk mewujudkan maksud tersebut upaya yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Iptek pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan, dan perindustrian yang profesional dan produktif, khususnya di Provinsi Aceh.

  2. Mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan, dan perindustrian yang produktif dan berwawasan lingkungan yang sehat.

  3. Memenuhi kebutuhan tenaga kerja skill dalam bidangnya masing-masing khususnya di Provinsi Aceh dan umumnya di Indonesia.

Sasaran Dan Strategi Pencapaian

A. Sasaran yang ingin dicapai

Kualitas Institusi pendidikan Poliven merupakan cerminan dari totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses, keluaran, hasil, dan dampak, atau layanan/kinerja Poliven yang diukur berdasarkan sejumlah standar yang ditetapkan sesuai dengan standar mutu nasional. Sasaran yang ingin dicapai Poliven merujuk pada standar mutu yang sesuai dengan standar nasional pendidikan (Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan) dan standar akreditasi nasional pendidikan tinggi (BAN-PT) sebagaimana diuraikan sebagai berikut.

  1. Pendidikan
    1. Pelaksanaan mutu akademik sesuai dengan standar mutu akademik nasional.

    2. Terwujudnya kapasitas staf pengajar Poliven sesuai dengan standar kompetensi SDM nasional.

    3. Terciptanya suasana akademik yang kondusif dan bermartabat.

    4. Tersedianya jumlah dan mutu sarana dan prasarana yang dapat mendukung proses pembelajaran.

    5. Tersedianya dana yang memadai untuk penyelenggaraan proses pendidikan.

  2. Penelitian
    1. Terciptanya pusat kajian penelitian pertanian teknologi tepat guna.

    2. Menjalin kerjasama penelitian dengan unit usaha agroindustri terkait agar penerapan Iptek akan berkembang.

    3. Memanfaatkan perolehan hibah penelitian tepat guna dari pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

    4. Mengembangkan penelitian untuk mengatasi masalah yang nyata dalam kehidupan dan mencari sesuatu inovasi baru yang relevan dalam masyarakat.

    5. Meningkatnya jumlah dan mutu publikasi ilmiah populer tingkat daerah dan nasional.

  3. Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM)
    1. Meningkatnya jumlah Usaha industri skala rumah tangga dalam masyarakat pedesaan yang dapat meningkatkan pendapatan perkapita keluarga.

    2. Meningkatnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan PkM yang dilakukan oleh dosen.

    3. Meningkatnya kerjasama PkM dengan Unit Usaha Terkait terkait.

    4. Meningkatnya perolehan hibah PkM kompetitif tepat guna.

    5. Tersedianya dana yang cukup untuk pengembangan kegiatan PkM.

B. Strategi pencapaian sasaran

Strategi pencapaian sasaran dirumuskan berdasarkan analisis kondisi lingkungan internal dan eksternal Poliven secara komprehensif, menggunakan metode dan instrumen yang valid dan handal, sehingga menghasilkan landasan langkah-langkah pelaksanaan dan kinerja yang sistematis dan berkesinambungan. Strategi dan keberhasilan pelaksanaannya diukur dengan indikator yang mudah dipahami seluruh pemangku kepentingan. Segala dokumen pendukung yang berkaitan dengan sasaran dan strategi pencapaiannya didokumentasikan dengan baik.


Rencana strategis (Renstra) disusun dengan berpedoman pada visi-misi serta kebijakan dan standar mutu akademik yang telah ditetapkan oleh Poliven.


Strategi pencapaian sasaran Poliven digolongkan dalam tiga tahapan waktu, yaitu jangka pendek (semesteran), jangka menengah (tahunan), dan jangka panjang (tiga tahunan). Secara keseluruhan strategi pencapaian sasaran yang disusun mencakup aspek mutu RAISE (Relevance, Academic Atmosphere, Institutional Management, Sustainability, Efficiency and Productivity).

Strategi dan Program Pencapaian Sasaran

Aspek Mutu Strategi Pencapaian Sasaran Program Pencapaian Sasaran
Relevansi Peningkatan relevansi dan daya saing lulusan
  1. Implementasi dan penyempurnaan standar mutu pendidikan.

  2. Pengembangan kurikulum sesuai dengan perkembangan Iptek serta kebutuhan penggunan lulusan.

  3. Peningkatan mutu dan kepribadian lulusan yang bermartabat.

  4. Pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan.

  5. Pengembangan sarana dan prasarana pendukung proses pendidikan.

  6. Peningkatan kerjasama kemitraan dengan pengguna lulusan.

  7. Pengembangan jejaring dengan para alumni.

  8. Pemberdayaan lulusan melalui kerjasama dengan Unit Usaha Agroindustri yang ada di daerah maupun nasional.

Suasana Akademik Pengembangan suasana akademik yang kondusif
  1. Penjaminan adanya spesifikasi dan pengembangan Iptek yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

  2. Penyediaan prasarana, sarana dan dana yang memadai untuk penyelenggaraan Tridharma secara kontinu.

  3. Peningkatan kemitraan dosen dengan mahasiswa dalam kegiatan akademik dan non-akademik.

  4. Penyelenggaraan mekanisme pemberian reward dan punishment secara sistemik berbasis capaian kinerja.

Manajemen Institusional Peningkatan kapasitas dan mutu manajemen institusional
  1. Transparansi dan akuntable dalam pelaksanaan proses pendidikan.

  2. Peningkatan sumber daya manusia dan kompetensi managerial pengelola pendidikan secara berkala dan berkelanjutan.

  3. Pelaksanaan sistem penjaminan mutu sampai ke tingkat program studi.

  4. Peningkatan sistem dokumentasi terhadap segala upaya pengembangan Poliven, monitoring dan evaluasi, umpan balik, dan tindaklanjut.

  5. Pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) secara merata dan terkontrol.

Keberlanjutan Penjaminan kapasitas dan mutu input, proses, dan output
  1. Terserapnya para lulusan Poliven dalam segala lini usaha bisnis.

  2. Peningkatan persepsi positif dari calon mahasiswa/i baru terhadap keberadaan Poliven.

  3. Penjaminan mutu manajemen institusional yang profesional.

  4. Pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan sesuai dengan bidangnya.

  5. Peningkatan mutu dan kepribadian lulusan yang bermartabat.

  6. Peningkatan perolehan dana hibah yang berkelanjutan.

  7. Peningkatan kerjasama kemitraan dengan institusi dan unit usaha bisnis yang handal.

Efisiensi dan Produktivitas Peningkatan efisiensi dan produktivitas Tridharma
  1. Peningkatan capaian kinerja Tridharma yang efektif dan terukur.

  2. Tersedianya jurnal yang spesifik di bidang Iptek di Poliven.

  3. Peningkatan jumlah dan mutu publikasi ilmiah.

  4. Implementasi teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan Tridharma.

  5. Peningkatan penyediaan dana operasional Poliven/PS secara tepat jumlah dan tepat waktu.

  6. Peningkatan perolehan penghargaan hibah kompetitif untuk pendanaan program dan kegiatan akademik.

Kepemimpinan Peningkatan kapasitas dan mutu kepemimpinan institusi
  1. Peningkatan kapasitas kepemimpinan secara profesional dan bermartabat.

  2. Peningkatan karakteristik kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publik dari pengelola Poliven.

  3. Peningkatan efektivitas kemampuan planning, organizing, staffing, leading, dan controlling dari pengelola Poliven.

  4. Peningkatan pelatihan leadership secara berkala dan berkelanjutan.

Ekuitas Peningkatan pencitraan institusi
  1. Peningkatan intensitas dialog interaktif secara berkala baik di media elektronik maupun di media cetak.

  2. Peningkatan upaya-upaya pencitraan publik yang efektif melalui media cetak.

  3. Pelaksanaan sistem penjaminan mutu secara terstruktur dan berkelanjutan.

  4. Peningkatan kerjasama kemitraan dengan institusi dan unit-unit usaha agroindustri yang produktif.

Aksesibilitas Peningkatan dan pemerataan akses pendidikan deploma
  1. Peningkatan sumber beasiswa yang memihak kepada mahasiswa yang berprestasi tapi tidak mampu dalam hal ekonomi dan fakir miskin.

  2. Peningkatan kesempatan memperoleh pendidikan tingkat deploma kepada masyarakat dengan mempertimbangkan aspek wilayah, jender, kemampuan ekonomi, dan penjenjangan karir bagi calon mahasiswa baru yang akan diterima.

  3. Pengembangan program studi baru sesuai dengan kebutuhan pengguna dan perkembangan Iptek.

  4. Peningkatan aksesibilitas publik terhadap hasil-hasil penelitian Iptek terapan dan pengabdian kepada masyarakat.

  5. Penyelenggaraan kegiatan pendidikan kecakapan hidup (life-skill).

Kemitraan Peningkatan kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan
  1. Peningkatan kerjasama dengan berbagai Politeknik Pertanian di seluruh Indonesia dalam upaya pengembangan kurikulum, riset dan aplikasi teknologi tepat guna.

  2. Peningkatan kerjasama dengan lembaga-lembaga riset nasional seperti LIPI, BPPT, Universitas, Balai industri tepat guna dan lainnya dalam pengembangan riset di bidang Iptek pertanian.

  3. Peningkatan kerjasama dengan pemerintah daerah dan pusat dalam mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat pedesaan.

  4. Peningkatan kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan dengan berbagai industri terkait.

  5. Pemberdayaan jejaring dengan para alumni.